PROSES PERUBAHAN SOSIAL

PERILAKU MASYARAKAT PAGUYANGAN DALAM PROSES PERUBAHAN SOSIAL

 

Makalah ini di buat guna memenuhi tugas Perubahan Sosial

Dosen Pengampu        : Tri Suminar

Disusun oleh:

BINTA GUNAWAN                        1201409035

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat turut mempengaruhi kehidupan masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, tingkah laku termasuk pada hidupnya. Didalam masyarakat akan terlihat dengan jelas masyarakat yang mendapat pengaruh perubahan sosial budaya dan masyarakat yang tidak mendapat pengaruh. Berdasarkan hal tersebut, perlulah kiranya menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial budaya di era globalisasi.

1.2  Rumusan Masalah

1)      Bagaimanakah respon masyarakat Paguyangan terhadap perubahan sosial budaya?

2)      Apa dampak perubahan sosial budaya dalam masyarakat Paguyangan?

3)      Bagaimana sikap kritis terhadap pengaruh perubahan sosial budaya tersebut?

1.3 Tujuan

1)      Memberi contoh perilaku masyarakat sebagai akibat adanya perubahan social budaya

2)      Mengembangkan sikap kritis terhadap pengaruh perubahan social budaya.

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

2.1 Respon Masyarakat Paguyangan terhadap perubahan social budaya.

Respon masyarakat terhadap perubahan social dan budaya yang terjadi berbeda-beda sesuai kedalaman pengaruh perubahan tersebut. Perubahan yang tidak mempengaruhi nilai-nilai dan norma yang sudah ada  dalam masyarakat masih bisa diterima oleh masyarakat tersebut. Akan tetapi, perubahan yang telah mengakibatkan terjadinya perubahan nilai-nilai dan norma yang telah berlangsung dalam masyarakat mungkin akan mengakibatkan gejolak. Masyarakat akan meolaknya dengan berbagai cara.

Ada masyarakat yang mudah menerima terjadinya perubahan social budaya, namun ada pula yang sulit menerimanya. Masyarakat yang sukar menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir yang tradisional. Pola pikir masyarakat yang tradisional mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

a)      Bersifat sedehana

b)      Memiliki daya guna dan produktifitas rendah

c)      Bersifat tetap atau monoton

d)     Memiliki sifat irasional, yaitu tidak berdasarkan pikiran dalam hal tertentu.

Selain itu, masyarakat tradisional cendrung mencurigai budaya asing yang masuk ke lingkungannya. Namun demikian, ada pula unsure budaya asing yang mereka terima. Hal itu disebabkan unsur budaya asing tersebut membawa kemudahan bagi kehidupannya.

Pada umumnya, unsur-unsur budaya yang membawa perubahan social budaya dan mudah diterima masyarakat jika :

a)      Unsur budaya tersebut membawa manfaat yang besar, seperti hand phone.

b)      Peralatan yang mudah dipakai dan memiliki manfaat, seperti bollpoint yang digunakan untuk tulis menulis merupakan unsur budaya barat.

c)      Unsure kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut, misalnya mesin perontok padi, bermanfaat dan mudah dioperasikan.

Sementara itu, unsur budaya yang sulit diterima masyarakat adalah sebagai berkut :

a)      Unsur kebudayaan yang menyangkut system kepercayaan, seperti ideology dan falsafah hidup.

b)      Unsure kebudayaan yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.

Kebalikan dari masyarakat tradisional adalah masyarakat modern. Masyarakat modern telah mengalami perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pola pikir masyarakat modern mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

a)      Bersifat dinamis atau selalu berubah mengikuti perkembangan zaman.

b)      Berdasarkan akal pikiran manusia dan senantiasa mengembangkan efisiensi dan efektivitas.

c)      Tidak mengandalkan attau mengutamakan kebiasaan atau tradisi masyarakat.

 2.2 Dampak perubahan social budaya dalam masyarakat Paguyangan

Perubahan social dan budaya pasti juga akan membawa perubahan dalam masyarakat, namun yang dharapkan perubahan itu tetap dapat menciptakan masyarakat yang serasi dan harmonis. Keserasian yang dimaksud adalah tetap berfungsinya lembaga-lembaga masyarakat yang ada. Dengan demikian, individu merasakan adanya ketentraman karena tidak ada pertentangan dalam nilai-nilai dan norma masyarakat.

Akan tetapi, harus tetap diingat bahwa perubahan social ddan budaya membawa dampak positif dan negative terhadap kehidupan. Kita harus waspada terhadap hal-hal yang menimbulkan perubahan yang mengarah ke hal negative. Misalnya, terhadap pengaruh budaya barat. Dunia barat yyang identik dengan kemajuan dan modern tidak selalu membawa perubahan kea rah positif, tetapi tidak pula selalu membawa pengaruh negative.

Berikut ini adalah dampak positif dan negative perubahan social budaya.

1)   Dampak positif perubahan social budaya

Dampak positif perubahan social budaya, antara lain dapat dilihat pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan tata nilai dan sikap, serta meningkatnya kehidupan ke arah yang lebih baik  lagi.

  • IPTEK

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu mendorong masyarakat untuk makin maju. Dengan demikian, tingkat kehidupan masyarakat diharapkan menjadi lebih baik lagi.

  • Perubahan tata nilai dan sikap

Dengan perubahan social budaya, tata nilai dan sikap masyarakat pun cenderung mengalami perubahan, yaitu dari berpikiran tidak rasional kearah rasional. Misalnya, perubahan pola pikir  bahwa banyak anak banyak rezeki mulai berubah ke keluarga kecil bahagia sejahtera.

  • Meningkatnya kehidupan ke arah yang lebih baik

Kehidupan masyarakat modern membuka kesempatan luas kepada pekerja bidang jasa bidang ini banyak menyerap tenaga kerja. Akibatnya, banyak tenaga kerja yang terserap disektor tersebut sehingga kehidupan masyarakat cenderung berubah ke arah perbaikan.

2)      Dampak negative perubahan social budaya

Dampakk negative perubahan social budaya, antara lain pola hidup konsumtif. Sikap individualistic, munculnya kesenjangan social, dan gaya hidup kebarat-baratan.

  • Pola hidup konsumtif

Pola hidup konsumtif makin berkembang dan marak karena didukung oleh media masa yang juga makin berkembang. Televise menjadi media masa yang paliing ampuh dalam menyuburkan pola hidup konsumtif. Mulai iklan, produk-produk sebuah perusahaan dikenal. Makin banyak iklan muncul di media masa akan makin cepat dikenal masyarakat. Bnyak iklan akan mendorong kemampuan daya beli masyarakat. Akibatnya para penguusaha akan meningkatkan produksi perusahaannya. Membanjirnya barang-barang kebutuhan dengan promosi yang memikat dapat membuat masyarakat makin konsumtif.

Untuk mengindari agar tidak terjebak pada pola hidup konsumtif maka kita harus mampu menentukan skala prioritas dari kebutuhan kita. Belilah barang-barang yang betul-betul kita perlukan. Pola hidup konsumtif merupakan pola hidup yang boros karena suka mebelanjakan uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

  • Sikap individualistic

Persaingan hidup yang semakin keras dan ketat membuat manusia makin tidak peduli orang lain. Mereka hanya memikirkan diri sendiri dan kehidupannya. Orang-orang seperti ini biasanya berperinsip asal tidak menyusahkan dan merugikan orang lain saja. Kehidupan mereka hanya terfokus pada cara untuk memenuuhi segala kebutuhannya saja.

Sikap hidup bergotong royong dan tolong menolong lebih bersifat fungisional misalnya menyumbang untuk panti asuhan atau bencana alam. Sikap hidup individualistic dapat di rasakan di kota-kota besar. Hal itu disimbolkan dengan diibangunnya ttembok-tembok yang tinggi untuk memagari rumahnya.

  • Munculnya kesenjangan social

Perubahan social budaya biasanya dirasakan oleh masyarakat tertentu saja, misalnya masyarakat perkotaan. Masyarakat yang mampu menikmati perubahan akan memiliki kemampuan social ekonomi yang lebih baik daripada tidak. Hal itulah yang menyebabkan kesenjangan social dalam masyarakat.

  • Sikap hidup kebarat-baratan

Sikap hidup kebarat-baratan merupakan cara hidup yang meniru pola hidup orang barat(Eropa dan Amerika) tanpa mengiddahkan budaya timur yang seharusnya masih dijunjung tinggi.

2.3 Sikap kritis terhadap pengaruh perubahan social budaya

Perubahan social budaya tidak hanya disebabkan factor dari dalam, tetapi juga factor dari luar termasuk dari Negara asing. Perubahan tidak selamanya membawa kearah kebaikan atau bersifat positif. Perubahan juga bersifat negative.

Kita harus mempunyai sikap tegas menolak terhadap perubahan yang mengarah ke hal-hal yang negative, kita dapat mengambil pengaruh positifnya dengan tetap berpedoman pada nilai dan norma masyarakat.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan terhadap pengaruh dari luar, antara lain sebagai berikut :

  1. Mengambil pengaruh positif budaya barat, seperti tepat waktu, belajar keras, dan rajin belajar berbagai ilmu pengetahuan.
  2. Membentengi diri dengan ilmu agama.
  3. Mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri serta berusaha melestarikannya.

BAB III

 

1.3  Simpulan

  • Respon masyarakat Paguyangan terhadap budaya sangat tergantung kemampuan masyarakat itu sendiri dalam menanggapi perubahan.
  • Unsure kebudayaan asing yang membawa manfaat besar bagi manusia mudah di terima masyarakat.
  • Unsure kebudayaan asing yang menyangkut unsure kepercayaan sulit diterima masyarakat.
  • Perubahan kebudayaan menimbulkan akibat  positif dan negative.
  • Akibat positif perubahan social budaya antara lain, perubahan tata nilai dan sikap, ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat kehidupan yang lebih baik.
  • Akibat negative perubahan social budaya, antara lain sikap individu, hidup konsumtif, gaya hidup kebarat-baratan, dan munculnya kesenjangan social.
  • Kita harus bersikap tegas menolak unsure budaya baratt yang negative.

1.4  Saran

Perlu diketahui bahwa perubahan social budaya karena globalisasi itu tidak selamanya buruk dan tidak selamanya baik. Kita harus dapat membentengi diri kita dengan iman dan ilmu pengetahuan agar dapat mengambil pengaruh baik darii perubahan social budaya itu.